Klarifikasi Meninggalnya Penumpang Bus Primajasa, Bukan Karena Corona

Klarifikasi Meninggalnya Penumpang Bus Primajasa, Bukan Karena Corona
Meluruskan spekulasi tersebut, pada Minggu 22 Maret siang, pihak Primajasa menyampaikan klarifikasi resminya.
 

Akhir pekan ini penggemar bus di tanah air dihebohkan dengan video meninggalnya penumpang di dalam bus Primajasa. Kejadian di tengah wabah corona membuat banyak pihak berspekulasi mengenai kematian pria bernama Temu Adi Saputra tersebut.

Meluruskan spekulasi tersebut, pada Minggu 22 Maret siang, pihak Primajasa menyampaikan klarifikasi resminya. Dapat diketahui, jika Temu Adi Saputra yang menumpang bus Jakarta-Kuningan tersebut meninggal karena sakit maag. Berikut klarifikasi resmi Primajasa. Berikut klarifikasinya:

"Pada hari Sabtu tanggal 21-03-2020 pukul 14.00 WIB bertempat di mesin dispenser pulau 5 SPBU KM 102, telah didapati salah satu penumpang bus Primajasa dengan Nopol B 7653 FGA jurusan Lebak Bulus-Kuningan meninggal dunia.

Penumpang atas nama Temu Adi Saputra bersama 2 orang temannya berangkat dari terminal Kampung Rambutan Jakarta tujuan Kuningan dengan menggunakan Bus Primajasa. Kedua teman almarhum, Abdul Majid dan Sutarno mengantar Temu Adi Saputra untuk pulang ke kampung halamannya ke daerah Cirebon.

Karena beberapa hari sebelumnya Temu Adi Saputra mengeluh sakit dan sudah memeriksakan dirinya ke puskesmas. Menurut keterangan dari puskesmas, Temu Adi Saputra di diagnosa mengidap penyakit maag.

Sekitar Pukul 14.00 Wib bus Primajasa No. pol B 7653 FGA transit di Rest Area KM 102 Tol Cipali untuk melaksanakan pengisian BBM sesampainya di SPBU KM 102 tepatnya di pulau 5, Abdul Majid membangunkan Temu Adi Saputra dengan maksud mengajak turun untuk ke toilet dan membeli minuman.

Namun pada saat dibangunkan oleh Majid, Temu Adi Saputra susah untuk dibangunkan. Setelah dilakukan pengecekan pernafasan oleh Abdul Majid ternyata Temu Adi Saputra sudah tidak bernafas dan diduga meninggal dunia di dalam bus Primajasa pada saat diperjalanan.

Setelah itu Abdul Majid melaporkan ke kondektur bus Primajasa dan setelah menerima laporan, kondektur bus Primajasa melaporkan kepada Security Rest Area KM 102.

Pada pukul 14.40 WIB Ambulance PT. Lintas Marga Sedaya tiba di Rest Area KM 102. Karena tidak membawa peralatan yang lengkap,tim medis PT. Lintas Marga Sedaya tidak berani untuk mengevakuasi jenazah, karena ditakutkan Almarhum mengidap Covid-19.

Selanjutnya tim medis dan PJR Polda Jabar sepakat untuk membawa jenazah tersebut di bawa ke RS. Ciereng Kab. Subang. Pada pukul 15.15 WIB, bus Primajasa Nopol B 7653 FGA jurusan Lebak Bulus - Kuningan dan Ambulance Kesehatan PT. Lintas Marga Sedaya degan pengawalan PJR Polda Jabar meninggalkan Rest Area 102 Cipali menuju RSUD Ciereng Kab. Subang.

Demikian, terimakasih selamat siang."